Wednesday, July 8, 2009

Program Pelatihan Menulis Spesial Kemerdekaan

Menyambut hari kemerdekaan bulan Agustus mendatang, ‘de writer learning’ akan mengadakan program pelatihan menulis jarak jauh spesial Kemerdekaan. Programnya yaitu menulis kesaksian pribadi. Setiap orang pasti memiliki kesaksian hidup indah bersama dengan Tuhan. Bersaksi di gereja belum cukup. Ada media yang dapat menyebarkan kesaksian Anda ke daerah-daerah yang belum tentu dapat kita jangkau. Bersaksi melalui media cetak sangat murah biayanya tetapi dapat memberkati orang-orang yang tidak pernah Anda kenal. Juga dapat memberkati mereka dimanapun mereka berada, yang mungkin seumur hidup, Anda belum pernah ke sana.

Bagaimana cara menulis kesaksian pribadi yang dapat dibaca orang dengan indah? Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam menulis kesaksian pribadi? Data apa saja yang diperlukan untuk menulis kesaksian agar pembaca tidak bingung dan dapat memahami pesan kita?

Bagaimana cara menulis kesaksian pribadi yang tidak menyinggung SARA? Bagaimana cara mengirimkan ke media cetak rohani, apa saja syaratnya? Bagaimana caranya agar lolos sensor sehingga dapat dimuat? Semuanya akan dibahas di pelatihan menulis jarak jauh spesial Kemerdekaan.

Fasilitas pelatihan: modul teori dan praktek menulis, trik-trik menulis dan pengalaman pribadi mentor; mentoring per individu selama pelatihan; gratis jasa editing untuk mempercantik tulisan sebelum dikirim ke media cetak rohani; komentar dari mentor, evaluasi tulisan dan tips penajaman tulisan serta Tabloid Gloria satu edisi.

Pelatihan ini akan dipandu Ellen Pantouw, penulis buku rohani dan bisnis, founder ‘de writer learning’, penulis dengan pengalaman lebih dari 12 tahun. Pelatihan berlangsung selama 3 minggu, mulai 4-25 Agustus 2009 (Indonesia) dengan investasi spesial Kemerdekaan Rp 350.000 Rp 250.000 saja (tidak termasuk biaya kirim pos). Pendaftaran terakhir, Sabtu, 1 Agustus 2009 (peserta dari Hongkong mundur 2 minggu). Program dengan investasi spesial hanya untuk bulan Agustus saja. Manfaatkan kesempatan ini! Konsultasi dan pendaftaran melalui sms 08123112218 atau email onebooklife@gmail.com, simak pengumuman di Tabloid Gloria dan http://onebooklife.co.cc

Alumni yang Tulisannya Sudah Diterbitkan
1. “3 Rahasia Cinta Damai Yusuf” oleh Ev. Alfius Thomas, S.Th. – Timika (Tabloid Gloria edisi 443, Maret 2009)
2. “Kebutuhan Hidup vs Spiritualitas Kristen” oleh Yayas Odianto – Palu (Tabloid Gloria edisi 452, Minggu II Mei 2009)
3. “Dari Mustahil Menjadi Tidak Mustahil Karena Tuhan” oleh Ev. Alfius Thomas, S.Th. – Timika (Tabloid Gloria edisi 452, Minggu II Mei 2009)
4. “Konflik Israel vs Palestina, Sebuah Sejarah” oleh Iwan Iksan - Surabaya (Tabloid Gloria edisi 455, Minggu I Juni 2009)
5. “Lika Liku Jalanku Menuju Jalan-Nya” oleh Pdt. Ngendam Sembiring, M.Th. – Surabaya (Tabloid Gloria edisi 457, Minggu III Juni 2009)
6. “Tuhan Melepasku dari Kanker” oleh Ny. Susana Kurniawan Iksan – Surabaya (Tabloid Gloria edisi 457, Minggu III Juni 2009)

Seminar “Maksimalkan! Potensi Warta Gereja”:

Pengelolaan Warta Gereja Perlu Ditingkatkan

Sabtu, 6 Juni kemarin bertempat di UK Petra, Gedung T lantai 5, Ruang Audio Visual digelar seminar bertajuk “Maksimalkan! Potensi Warta Gereja”. Seminar yang digagas ‘de writer learning’ bekerjasama dengan Tabloid Gloria menghadirkan 4 pembicara. Eddy Pattinasarane, SH., M.Si., Ketua Umum Bamag Jawa Timur sebagai keynote speaker, Lambertus L. Hurek, redaktur koran Radar Surabaya, David da Silva, SH., pimpinan redaksi Tabloid Gloria dan Ellen Pantouw, SE., founder ‘de writer learning’.

Seminar dihadiri sekitar 150 peserta dari gereja-gereja di berbagai penjuru Surabaya hingga Sidoarjo. Peserta yang datang sangat variatif mulai dari tim pengelola warta gereja, pendeta bahkan para majelis juga hadir. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pun sangat beragam hingga moderator harus membatasi mengingat pendeknya waktu seminar.

Seminar dibuka dengan doa oleh Bedjo, S.E., M.Div., kepala Pusat Kerohanian Universitas Kristen Petra yang juga memberikan dukungan seminar. Keynote speaker, Eddy Pattinasarane, SH., M.Si memaparkan fungsi-fungsi warta gereja bagi kehidupan bergereja dan berjemaat. Marsefio Luhukay, S.Sos dari Jurusan Komunikasi UK Petra yang menjadi moderator seminar mempersilakan Lambertus L. Hurek dari koran Radar Surabaya untuk mengisi sesi pertama. Hurek menceritakan perkembangan media cetak di Amerika Serikat yang mulai berguguran. “Hanya media komunitas di Amerika Serikat yang bisa bertahan,” papar Hurek yang di awal karir jurnalistiknya dimulai dari media gereja.

David da Silva dari Tabloid Gloria menerangkan bagaimana manajemen Tabloid Gloria sehingga satu-satunya media rohani yang mencapai Hongkong ini bisa eksis sejak tahun 2000. Sesudah makan siang, sesi dibawakan Ellen Pantouw dari ‘de writer learning’. Ellen memberikan penajaman bagaimana cover yang dapat menarik perhatian pembaca. “Cover akan lebih hidup jika fotonya bukan foto gedung saja tetapi ada orangnya,” papar Ellen yang sudah lebih dari 14 tahun di dunia jurnalistik dan kepenulisan.

Pelbagai pertanyaan yang diajukan memang belum dapat menjawab kebutuhan peserta satu per satu. Apalagi waktu seminar juga cukup singkat, dimulai pukul 10.00 dan berakhir pukul 14.25. Namun dari sini dapat diketahui bahwa para peserta memiliki keinginan kuat untuk memaksimalkan pengelolaan warta gereja sehingga warta gereja tidak lagi dibuang sia-sia.

Langkah ke depan, ‘de writer learning’ akan mengadakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh gereja mulai Juli 2009. Seminar ini juga didukung Bamag Kota Surabaya dan Bamag Kabupaten Sidoarjo serta Pusat Kerohanian Universitas Kristen Petra.


Terimakasih atas partisipasi peserta seminar dari gereja-gereja:

SURABAYA
GKT Hosana, GPdI Bukit Mulia, GIBI Duta Kristus, GTI Bukit Zaitun, GKI Jemursari, GKI Kutisari, GKI Jemursari, GPdI Cornelius, Gereja Pantekosta Jemaat Tuwowo, GKI Darmo Satelit, GBI Kristus Pencipta, GBI Shalom, GPPS Jemaat Sawahan, GKKA Arjuna, Gereja Mawar Sharon, GKI Ngagel, GKJW, HKBP Tanjung Perak, Gekari Bersinar, Gereja Kristus Tuhan Jemaat Nazareth, GPdI Alfa Omega, GKI Pondok Tjandra, GPdI Jl Delima, GPI Jalan Suci, Gereja Bethany Indonesia, GKT Hosana Bumi Permai, GKB Shaloom, Gereja Isa Almasih Surabaya, GKI Peterongan, GBI Sulung, GPIB Maranatha, Gekari Anggur Baru, Gereja Baptis Indonesia Immanuel, GKI Dasa, GKI Manyar, GMII Filadelfia, Gereja Pantekosta Tabernakel Johor, GSJPDI Adiyawarman, GSJA Eben Haezer, GPdI Air Hidup, Gereja Kemenangan Iman Indonesia, dan lain-lain.

SIDOARJO
GGP Delta Sari Indah, GBI Taman Sepanjang, GPdI Sidoarjo, GKI Sepanjang, GKKA Sidoarjo, GBI Centro, GBI Blessing Center, GPdI Elohim, para sukarelawan guru-guru agama Kristen dan lain-lain.

Ellen Pantouw:“Tinggalkan Warisan Kehidupan Melalui Menulis Buku”

Lebih dari 13 tahun di dunia penulisan tidak membuatnya bosan. Pendiri ‘de writer learning’ ini memiliki keinginan kuat untuk melahirkan penulis-penulis dari kalangan gereja. Ia melihat potensi penulis di gereja yang masih terabaikan. Berikut profil dan paparannya kepada Tabloid Gloria (edisi 457, Mei 2009):

“Saya mengenal dunia tulisan saat SMA. Awalnya hanya karena iseng saja. Benar-benar iseng dan ingin tahu, tidak lebih dari itu. Saya membaca pengumuman di koran Surabaya Post, yang berisi ajakan untuk menjadi jurnalis remaja. Setelah menjalani, ternyata ini merupakan dunia baru yang menarik perhatian saya. Saya juga merasa enjoy sekali. Di Surabaya Post, ada klub reporter pelajar yang disingkat Kropel sebagai wadah belajar jurnalis remaja, SMP dan SMA.

Banyak manfaat yang saya dapatkan saat menjadi jurnalis remaja. Jaringan pertemanan bertambah luas, bisa wawancara dengan tokoh dan artis, yang mana tidak bisa dilakukan jika kita tidak menjadi jurnalis. Saya yang dulu memiliki sifat pemalu bisa berubah menjadi pemberani karena proses menjadi jurnalis. Bayangkan, dulu saya harus memberanikan diri dengan segenap hati untuk tugas wawancara. Wawancara itu harus dapat, jika tidak diperoleh, bisa diomelin redaktur. Omelannya tidak seberapa, malunya sama teman-teman yang tak terhitung, hahaha…

Manfaat lain, mendapatkan ilmu pengetahuan yang tidak didapatkan di sekolah dan sifatnya bukan text book. Manfaat ekonomis tentu ada, honor tulisan jika tulisan saya dimuat. Meskipun paling sedikit hanya mendapatkan lima ribu rupiah, senangnya luar biasa sebab itu berarti saya bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri. Belum lama berada di Surabaya Post, ada pemilihan menjadi ketua umum Kropel. Saya ikut melamar lowongan ketua umum.

Melalui mekanisme pemilihan suara terbanyak, saya yang terpilih menjadi ketua umum. Sebagai ketua umum, ternyata ada beberapa tugas tambahan seperti presentasi ke beberapa SMA. Saya tidak menjadikan itu sebagai beban atau harus berhitung secara keuangan. Saya justru senang karena mendapatkan banyak kesempatan untuk belajar berbicara di depan umum. Kesempatan itu saya pergunakan sebaik-baiknya sehingga sejak mahasiswa saya bisa memberikan pelatihan jurnalistik dasar. Saya mengikuti semua proses menjadi ketua umum Kropel, seperti mengikuti rapat panitia tim marketing Surabaya Post. Bahkan ketika harus menemani tim MTV Jakarta untuk mendampingi mereka keliling promosi, saya jalani.

Bagi saya, meskipun tidak mendapatkan manfaat ekonomis, saya mendapatkan manfaat lain seperti pengetahuan, pengalaman, jejaring. Terkadang, manfaat-manfaat itu harganya jauh lebih mahal daripada uang honorarium kepanitiaan. Oh ya, berkat menulis, saya jadi dikenal oleh guru-guru dan kepala sekolah. Mungkin karena dianggap turut mempromosikan eksistensi sekolah. Saat berada di kampus pun juga begitu. Mulai dari dosen, rektor dan pembantu rektor mengenal saya padahal saya tidak ikut di lembaga kemahasiswaan. Jadi, menulis memiliki banyak manfaat.


MEDIA, MIMBAR BARU

Saya sering ditanya orang, pelayanannya apa. Saya jawab, menulis. Lho itu kan pekerjaan, begitu jawabnya. Saya jadi mahfum bahwa pelayanan menulis belum dikategorikan sebagai sebuah pelayanan di gereja. Musik, bernyanyi, berdoa sudah ‘disahkan’ sebagai pelayanan. Itulah tantangannya. Satu hal yang belum disadari gereja ialah menulis merupakan mimbar pemberitaan kasih kepada masyarakat luas.

Media cetak dan elektronik merupakan mimbar baru. Contoh, reality show di televisi “Bedah Rumah” digagas oleh anak Tuhan. Berkat tayangan tersebut, banyak masyarakat mulai memperhatikan tetangganya yang miskin dan gotong royong memperbaiki rumah. Nilai-nilai kristiani dapat dibagikan secara luas kepada masyarakat kita melalui media.

Apalagi saat ini, media jejaring sosial di internet mulai facebook, blog, friendster, milis, dan lain-lain mulai berkembang pesat. Media tersebut digunakan mulai hanya sekedar memperbanyak teman maupun ke bisnis. Pertanyaan saya, apakah gereja sudah menyadari perkembangan media saat ini dan memanfaatkannya untuk memuliakan nama Tuhan?Semua pelayanan media membutuhkan satu unsur yaitu menulis. Film layar lebar pun membutuhkan naskah, apalagi di media cetak. Pelayanan bidang ini sangat penting supaya kita dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat, seperti Yesus yang sudah memberikan pencerahan kepada kita melalui Alkitab.

Ketika buku saya yang berjudul “230+ Sumber Pinjaman Untuk Usaha Anda” diterbitkan, banyak respon positif dari pembaca melalui sms, email dari pembaca di berbagai kota di Indonesia. Mulai Aceh, Surabaya, Jakarta, Kediri, Ambon, Jayapura dan sebagainya. Selain berkonsultasi, mereka berterimakasih karena buku saya ini membantu usaha mereka. Buku saya bisa menjadi berkat bagi banyak orang yang belum saya kenal melintasi pulau, generasi dan agama.


WARISAN KEHIDUPAN

Lebih dari 13 tahun saya menekuni dunia penulisan, dan saya tidak memiliki keinginan untuk meninggalkannya. Melalui tulisan, saya bisa mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada orang-orang yang belum saya kenal. Harapan saya, ketika Tuhan sudah menjemput, generasi selanjutnya tetap mendapatkan berkat dari buku-buku yang saya tulis.Saya sudah berhasil memberikan inspirasi kepada ibu Lanny Chandra untuk mewariskan resep-resep masakannya melalui sebuah buku yang ditulis bersama saya. Buku itu, tanpa disangka, telah melewati cetak ulang dua kali.

Melalui lembaga ‘de writer learning’, saya berupaya mencari mereka yang ingin belajar menulis. Saya melatih bagaimana cara menulis sesuai dengan pengalaman saya. Saya juga menyediakan waktu supaya para peserta bisa konsultasi langsung. Menulis itu sebuah seni dan keterampilan. Keterampilan harus dipraktekkan, tidak bisa dihafal saja. Semakin banyak berlatih akan semakin ahli. ‘de writer learning’ juga berupaya membuka jejaring kerjasama dengan media cetak rohani sebagai permulaan.

Rencana ke depan, akan membuka kerjasama dengan media-media umum. Saya menyadari bahwa penulis membutuhkan tempat untuk berekspresi. Melalui kerjasama tersebut, ada komunikasi antara penulis dan pihak media sehingga penulis bisa mengetahui kebutuhan media. Tidak cuman itu saja, penulis juga bisa memahami etika dan teknik menulis yang, maaf, sering diabaikan dengan memanfaatkan kata ‘pelayanan’.

Saya tidak akan pernah berhenti untuk melatih orang yang mau serius belajar menulis. Saat pelayanan di Nabire, saya sempat memberikan pelatihan menulis dasar di SMP Kristen “Anak Panah”. Ketika saya kembali lagi ke sana, saya diberitahu bahwa seorang anak SMP yang dulu ikut training, sekarang menjadi penulis. Ia suka menulis di koran setempat bahkan tulisannya dikoleksi gubernur Papua. Mendengar itu, saya senang, setidaknya saya dulu pernah ikut menanamkan benih menulis kepada Oktovianus Pogau, nama anak tadi.

Jadi, berapapun jumlah orang yang berhasil menjadi penulis, tidak jadi masalah. Saya akan terus menanamkan benih dan membajak. Mungkin tahun ini, dia belum berhasil. Mungkin 10 tahun lagi, dia baru berhasil menjadi penulis. Saya tidak pernah tahu karena segala sesuatu di dunia ini butuh proses. Saya hanya ingin mengerjakan bagian saya semasa masih hidup dan meninggalkan warisan kehidupan melalui tulisan.”



************************************************************************************


Buku yang sudah dibesut:

Tahun 2008:
1. “Variasi Masakan Mi”, Penerbit Gradienmediatama, Yogyakarta. Penulis utama: Lanny Chandra. Co-writer & Fotografer: Ellen Pantouw. (cetak ulang 2x)
2. “230+ Sumber Pinjaman Untuk Usaha Anda (Bonus CD), Penerbit Gradienmediatama, Yogyakarta. Penulis utama: Ellen Pantouw. (cetak ulang 2x)

Tahun 2006:
1. “Jerimia Rim: The Story of an Eagle that Changed a Generation”, Penerbit Kairos, Yogyakarta. Penulis utama: Meliani B. Rim. Co-writer: Ellen Pantouw.
2. Editor “Curing the Incurable” by Jack Coe, Penerbit: Majesty Books, Surabaya.
3. Editor “Mighty Manifestations” by Reinhard Bonnke. Penerbit: Majesty Books, Surabaya. 4. Editor “Betapa Dahsyat Kuasa Darah-Nya” Oleh D.A.R.E. Pello. Penerbit: Genesis One, Surabaya.
5. Editor “Calon Penghuni Neraka” oleh D.A.R.E. Pello. Penerbit: Genesis One, Surabaya.

Tahun 2004:
“Pdt. Peter Tjondro: 20 Tahun dalam Panggilan-Nya”, Penerbit: VisionCARE – MissionCARE, Jakarta. Penulis utama: Ellen Pantouw.

Tahun 1998:
Fotografer Foto Cover Buku “65 Tahun Prof. DR. J.E. Sahetapy, S.H., M.A.: Jangan Menjual Kebenaran”. Penerbit: ICCF - Forum Komunikasi Kristiani Indonesia, Surabaya.

Organisasi:
1995-1996, Ketua Umum Klub Reporter Pelajar (Kropel), Harian Sore Surabaya Post
2008 – sekarang, Pendiri ‘de writer learning, lembaga pembelajaran penulisan artikel, opini, buku dan jurnalistik

Pekerjaan:
1. Kontributor renungan Remaja dan Pemuda “Rajawali” (1996)
2. Jurnalis dan Fotografer Majalah “Penabur Kesatuan” diterbitkan FKKI Surabaya (1997-1998)3. Part timer di Humas UK Petra, bidang Penerbitan dan Dokumentasi: buletin dwimingguan universitas (1998-2000)
4. Jurnalis Tabloid Rohani Gloria (2000-2003)
5. Humas UK Petra, bidang Penerbitan dan Dokumentasi (2002-2005)
6. Dosen luar biasa mata kuliah Komunikasi Bisnis, Jurusan Manajemen, Universitas Kristen Petra (2004-2005)
7. Penulis buku, konsultan media (2004 – sekarang)
8. Kolumnis Tabloid Gloria (2008 – sekarang), Kontributor Tabloid Alternative – Jawa Pos Group (April 2009 – sekarang), Kontributor Majalah Bahana (2008 – sekarang)
9. Kontributor dan editor Renungan “Kemenangan” terbitan Global Satellite Network, Morris Cerrulo Ministry (2008)
10. Mentor program “Belajar Menulis Rohani” jarak jauh (angkatan ketiga, Juni 2009) yang diadakan ‘de writer learning. Program ini telah diikuti para peserta dari Surabaya, Jakarta, Jepara, Semarang, Palu, Kupang, Timika, Sorong dan Hongkong.

Pengalaman training:
1. Pernah memberikan training kepenulisan bagi siswa SMA, gereja dan umum di Surabaya, Malang, Denpasar, Makassar, Manado, Balikpapan, Banjarmasin, Kupang, Nabire-Papua, Jayapura (2000 – sekarang)
2. Trainer penulis dari tim Bamag kabupaten Sidoarjo bagi siswa di 4 Madrasah Ibtidaiyah dan SD Muhammadiyah di Porong sebagai bagian konseling pemulihan anak-anak korban lumpur yang diadakan Yayasan Tanggul Bencana Indonesia, Working Group Lumpur Panas Sidoarjo, ACT International, dan Badan Musywarah Antar Gereja Kabupaten Sidoarjo (Februari 2009 – sekarang)