Tuesday, March 3, 2009

APA KABAR WARTA GEREJA? [Bagian 5]


BERANI MEMUAT BUKU SESAT DI WARTA?

Selain informasi pengumuman dari internal dan eksternal gereja, warta dapat diisi dengan rangkuman dan resensi buku terbaru.

Selama ini, rangkuman dan resensi buku terbaru hanya dari buku-buku dengan genre kristiani atau kita sering menyebutnya buku-buku rohani. Gagasan ini bagus sekali karena jemaat mengetahui buku rohani terbaru. Juga membantu jemaat dalam mengambil keputusan membeli buku atau tidak.

Apa bedanya rangkuman dan resensi buku? Kalau resensi, hanya memuat informasi buku secara sekilas seperti rubrik Resensi di Gloria. Resensi berisi tentang judul buku, pengarang, penerbit, tebal halaman, harga, target pembaca buku, sedikit isi buku serta kritikan terhadap buku. Kalau rangkuman buku ditambahkan dengan bagian dari buku yang berguna bagi jemaat.

Buku-buku yang bermanfaat bagi jemaat tidak hanya kategori buku rohani. Banyak buku umum yang bermanfaat bagi jemaat. Sangat sedikit gereja yang berani memuat informasi buku umum. Kebanyakan memiliki alasan tersendiri, seperti gereja adalah ladang rohani maka sepatutnya hanya buku-buku rohani yang dimuat di warta gereja. Atau alasan lain seperti buku-buku umum di referensi media cetak umum.

Menurut saya, jika ada buku umum yang bermanfaat bagi jemaat, tidak ada salahnya kita mereferensikan buku umum di warta gereja. Apa alasannya? Tidak semua buku umum benar-benar bermanfaat bagi jemaat. Ada buku yang justru menjauhkan iman terhadap Yesus Kristus. Kelihatannya bermanfaat tetapi menjauhkan kita dari Tuhan. Pemuatan buku umum di warta dapat menjadi acuan bagi jemaat bahwa buku tersebut dapat menumbuhkan pengetahuan dan imannya.

Bagaimana dengan buku umum yang meledak dan dibicarakan banyak orang tetapi menjauhkan iman? Menurut saya, tidak ada salahnya juga dimuat di warta gereja. Tentu saja dengan catatan, bagian mana dari isi buku yang menjauhkan iman. Kalau perlu, sandingkan ayat-ayat Alkitab yang mematahkan teori dalam buku tadi. Jemaat akan menjadi dewasa dan tahu mengapa buku tersebut dikategorikan menjauhkan iman atau orang sering menyebutnya ‘sesat’. Bagaimana kalau jemaat membeli buku tersebut? Justru itu baik karena dia penasaran dan ingin membuktikan sendiri. Anda tidak perlu kuatir sebab warta gereja Anda sudah memberikan pembekalan, bukan? Kita tidak dapat menghalangi seseorang untuk membeli buku jenis apapun. Tetapi sangat penting memberikan pembekalan pengetahuan kepada jemaat.

Jika warta gereja Anda terbuka dengan semua buku, Anda bisa bekerjasama dengan berbagai penerbit untuk mendapatkan buku terbaru. Penerbit tentu tidak keberatan, justru senang karena mendapatkan halaman untuk promosi. Keuntungan bagi gereja adalah tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku baru. Buku-buku gratis dari penerbit tentu dapat dikoleksi perpustakaan gereja. Menarik kan?

Bersambung... (Ellen Pantouw)



No comments: