Sunday, May 10, 2009

Kenali Sistem Pelatihan “Belajar Menulis Rohani”

Pelatihan “Belajar Menulis Rohani” menggabungkan teori dan praktek. Teorinya pun dibuat dengan bahasa sederhana, mudah dipahami dan dipraktekkan. Saat praktek, peserta tidak ditinggalkan berjalan sendirian. Bantuan asistensi penulisan yang menjadikan peserta yang belajar dari nol bisa menulis sebuah artikel dan dimuat di media cetak rohani. ‘de writer learning banyak mendapatkan peserta yang sama sekali tidak bisa menulis. Secara mengejutkan, pada pertengahan program berjalan, mereka justru bisa mendapatkan ide-ide yang luar biasa. Tidak hanya itu saja, mereka bisa memindahkan ide ke dalam bentuk tulisan.

Tabloid Gloria sebagai media partner mau menerima tulisan karya-karya peserta, tentu saja harus memenuhi standar Tabloid Gloria. Ada Alfius Thomas, gembala pemuda-pemudi GKII “Kasih Tuhan” Timika yang sudah menulis di Tabloid Gloria edisi 443 dan 452. Ada juga Yayas Odianto dari Palu yang tulisannya juga sudah dimuat di Tabloid Gloria edisi 452. Masih ada beberapa peserta dari angkatan pertama yang karya tulisannya masih menunggu waiting list untuk dapat dimuat di Tabloid Gloria. Ada juga peserta dari angkatan pertama yang mengirimkan karya tulisannya ke media cetak rohani lain dan berhasil dimuat.

Itu semua membuktikan bahwa menulis itu mudah untuk dipelajari dan tidak sesulit yang dibayangkan. Cara mengirimkan ke media cetak rohani pun juga mudah. Harapan ‘de writer learning sebagai penyelenggara ialah agar semakin banyak para penulis dari kalangan gereja yang muncul dan bisa menulis sesuai standar.  

Pelatihan ini merupakan pelatihan perorangan yang mandiri. Artinya, dituntut kemandirian para peserta untuk mau mengerjakan tugas-tugas yang sudah diberikan. Tanpa itu, keberhasilan akan sulit diraih. Pelatihan ini juga tidak mengharuskan peserta berada di Surabaya. Para peserta di luar Surabaya pun bisa mengikuti pelatihan jarak jauh ini. Para peserta dari luar negeri pun juga bisa mengikutinya.

Mengenai investasi yang diperlukan untuk mengikuti pelatihan dapat kembali dalam waktu 6 bulan jika para peserta mengikuti pelatihan sesuai prosedur. Katakanlah setiap 1 bulan, peserta mengirimkan satu artikel dan mendapatkan honorarium Rp 50 ribu, maka dalam 6 bulan sudah mendapatkan Rp 300 ribu. “Bagaimana kalau tulisan saya tidak dimuat?” Itulah yang membedakan pelatihan ini dengan pelatihan lainnya. Sebelum mengirimkan tulisan ke media cetak, tulisan Anda akan dibedah habis oleh mentor sehingga memenuhi persyaratan pemuatan di media cetak rohani. Kalau perlu, bahkan dibantu untuk mengirimkan ke media cetak. Mudah kan?

‘de writer learning berupaya menyederhanakan hambatan-hambatan yang seolah-olah berbentuk gunung es serta memberikan solusi dan pendampingan. Tunggu apalagi? Jangan ketinggalan dan jangan menunda, bergabunglah dengan angkatan ketiga.  



No comments: