Komunitas ini memang baru berdiri di bulan Nopember. Tepat pada hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10. Hari Pahlawan memang saat yang tepat untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan dan pejuang kemerdekaan yang gugur di medan tempur merebut kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.Bukan kebetulan pula jika komunitas ONE.book.LIFE didirikan pada hari ini (tepat juga saat saya membuat blog ini :)
Apa itu ONE.book.LIFE? Ini adalah sebuah komunitas buat orang awam yang memiliki komitmen untuk (minimal) menerbitkan satu buku selama Tuhan masih memberi nafas kehidupan. Wow... berat... berat...? Hmm, tidak berat asalkan memang ada kemauan dan mau berkomitmen.
Mengapa satu buku? Begini, komunitas ONE.book.LIFE merupakan jawaban atas kerinduan dan pergumulan saya selama ini. Oleh karena anugerah Tuhan, saya sudah mengenal dunia jurnalistik semenjak duduk di bangku SMA. Ternyata saya menemukan talenta yang Tuhan berikan di jurnalistik. Alhasil, saya menekuninya hingga lulus kuliah. Bahkan, saya sempat menerbitkan beberapa buku baik saya sebagai penulis, co-writer maupun editor.
Sepanjang perjalanan saya bersama Tuhan dan menekuni talenta yang Tuhan beri, saya menemukan betapa pentingnya kita sebagai anak Tuhan untuk membuat jejak kehidupan dalam bentuk-bentuk yang dapat diberikan kepada generasi penerus.
Jejak kehidupan di sini memang dapat berupa buku maupun audio visual. ONE.book.LIFE memang lebih concern untuk membantu Anda yang masih awam dalam dunia perbukuan untuk menerbitkan buku secara printing atau cetak atau e-book (buku dalam bentuk digital).
Buku yang Anda tulis nantinya boleh diterbitkan untuk umum maupun hanya untuk kalangan keluarga, saudara, rekan pelayanan yang terdekat saja. Itu terserah Anda! Tapi melalui komunitas ONE.book.LIFE ini, saya akan membagikan pengalaman saya dalam menulis hingga saya dapat menekuninya sebagai profesi. Jadi, sharing yang akan diberikan ini bukan teori tetapi saya sudah mempraktekkannya.
Menurut saya, setiap kita yang sudah ditebus oleh darah Yesus, setiap kita yang masih boleh menarik nafas kehidupan ini, sudah selayaknya kita memberikan catatan pengalaman kita bersama Tuhan supaya kelak generasi mendatang boleh mengenal nama Yesus.


No comments:
Post a Comment