Tanyakan hal ini kepada penerbit yang menerbitkan buku-buku rohani, mereka pasti akan menjawab senada.
Memang begitulah kenyataannya sekarang. Jumlah penulis Kristen sangat kurang bahkan cenderung minim. Tidak ada yang berminat menjadi penulis Kristen. Faktanya, beberapa penulis Kristen menjadi mantan penulis. Tidak banyak yang bertahan menjadi penulis Kristen. Mengapa?
Saya menjawab dengan pertanyaan yang biasanya ditanyakan kepada saya. Apakah penulis Kristen bisa hidup layak? Saya baru sadar bahwa rupaya pelayanan penulisan, mohon maaf nih, masih dipandang sebelah mata oleh gereja. Lebih cenderung dipinggirkan. Padahal, kekuatan penulisan itu dahsyat sekali. Gereja dan pelayanan Anda bisa dikenal masyarakat melalui tulisan di media massa. Caranya bagaimana? Wow… itu mudah sekali, saya akan menjawabnya di kesempatan lain, entah di kursus menulis online atau training penulis bersama Tabloid Gloria yang akan kami adakan tahun depan.
Mungkin Anda, para pembaca Gloria juga menanyakan hal itu? Saya jamin, jika Anda sungguh-sungguh serius menekuni profesi penulis, Anda bisa hidup dengan sangat layak. Lebih terang-terangan lagi ya, Anda bisa mendapatkan penghasilan jutaan rupiah dari menulis, sama seperti saya. Tentu saja, dengan catatan, jika Anda tahu caranya dan Anda serius.
Para gembala, pendeta, penginjil dan Anda yang memiliki lembaga pelayanan, cobalah tengok kondisi Indonesia sekarang. Adakah satu orang di dalam organisasi Anda yang menekuni profesi sebagai penulis? Melihat jumlah penulis Kristen yang ada di Indonesia, saya bisa jamin bahwa jawabannya tidak ada. Mungkin ada tapi jumlahnya tidak lebih dari 10%. Bahkan 10% terlalu banyak.
Pembaca Gloria yang dikasihi Tuhan, pelayanan literatur, pelayanan menulis memiliki dampak yang sangat luar biasa. Saya melihat banyak gereja sudah berani berinvestasi dengan menyediakan alat-alat multimedia yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sayangnya, hanya terpakai di hari ibadah saja, biasanya maksimal dua jam saat ibadah dimulai hingga selesai. Itu pun hanya dipakai untuk memperindah tayangan lagu ataupun ayat khotbah. Wow… sungguh sangat disayangkan… Apalagi jika sudah berinvestasi dengan alat berupa kamera video yang per kamera mencapai Rp 30 juta tetapi tidak digunakan maksimal. Pernahkah Anda memikirkan membuat film pendek dan itu bisa dijual sehingga dapat membiayai pelayanan? Mungkinkah? Sangat mungkin, sayangnya banyak gereja melewatkan kesempatan itu. Padahal kalau mau, film pendek tersebut dapat ditayangkan ke banyak negara dan memberkati banyak orang.
Sayangnya lagi, banyak gereja tidak berani berinvestasi pada sumber daya manusia dengan mengikutkan mereka ke dalam pelatihan-pelatihan yang menunjang. Apalagi jika harga pelatihan mencapai jutaan rupiah, biasanya akan disarankan untuk belajar sendiri. Tak heran jika jumlah penulis Kristen sangat-sangat sedikit.
Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih untuk para pembaca Gloria yang sudah mengirimkan data melalui sms maupun email. Anda akan menerima e-book gratis dari saya sebelum kita merayakan Natal 2008. Kiranya e-book tersebut dapat memberikan pencerahan untuk Anda bertanya kepada Tuhan. Melalui rubrik ini, saya akan memberikan pemahaman baru tentang pelayanan menulis, multimedia yang bisa memberikan dampak yang dapat Anda rasakan. Mulai tahun depan, bekerjasama dengan Tabloid Gloria, akan diadakan pelatihan-pelatihan dan seminar yang mendukung. Nantikanlah!
Ditulis oleh Ellen Pantouw dan dimuat di Tabloid Gloria
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment