Wednesday, February 4, 2009

APA KABAR WARTA GEREJA? (1)



"Jika gereja tahu cara meledakkan potensi tersembunyi warta gereja maka gerejanya akan menjadi luar biasaaa!!!" (Ellen Pantouw)


Warta gereja, buletin gereja, apapun namanya, selalu Anda terima setiap hari Minggu. Terkadang ada gereja yang sudah membagikan kepada jemaat di hari Sabtu, tatkala ada kebaktian Sabtu. Berapa jumlah warta gereja yang diterima setiap orang dalam satu tahun? 52 warta gereja, atau saya lebih menyukainya dengan menyebut sebagai 52 edisi. Apakah Anda pernah membayangkan bahwa Tabloid Gloria juga diterbitkan 52 edisi dalam satu tahunnya? Sama kan?

Apa bedanya warta gereja dengan Tabloid Gloria? Tabloid Gloria selalu dicari para pembacanya bahkan Anda harus membayar untuk mendapatkannya. Seringkali Tabloid Gloria juga dibeli para pesaingnya bahkan beberapa rubrik dijiplak oleh pesaing. Luar biasa kan? Hal yang terpenting adalah Anda rela mengeluarkan sejumlah rupiah untuk membeli Tabloid Gloria. Nah, bagaimana dengan warta gereja? Jangankan membayar, dibagi gratis saja masih ada warta gereja yang dibuang ke tong sampah di gereja. Kondisi ini sungguh mengerikan.

Sayangnya, tidak banyak gembala jemaat, pengerja, pengurus gereja yang perhatian dengan keberadaan warta gereja. Boleh dikatakan, keberadaan warta gereja ibarat hidup segan, mati tak mau. Tak heran, jika kita menjumpai warta gereja yang dikerjakan asal-asalan. Tak heran pula, jika jemaat tega membuang warta gereja ke tong sampah gereja. Atau jika sungkan, dibuang di tong sampah di luar gedung gereja. Tetap ujung-ujungnya ke tong sampah.

Padahal untuk mencetak warta gereja dibutuhkan dana yang tidak sedikit setiap tahunnya. Dana tersebut asalnya juga dari persembahan jemaatnya. Jadi, membuang warta gereja = membuang uang Anda, para jemaat!

Mari, kita hitung berapa dana yang dikeluarkan gereja untuk mencetak warta setiap tahunnya. Kita ambil pengandaian dibutuhkan Rp 1.000 untuk mencetak satu warta gereja. Seribu rupiah merupakan biaya cetak yang sangat minimal. 52 minggu x Rp 1.000 x 200 jemaat = Rp 10.400.000 (Sepuluh juta empat ratus ribu rupiah). Wow... itu jika satu warta gereja dapat dicetak dengan harga seribu rupiah.

Nah, kalau warta gereja Anda dibuang oleh 50% jemaat, berarti uang yang terbuang di tong sampah adalah 52 minggu x Rp 1.000 x 100 jemaat = Rp 5.200.000 (lima juta dua ratus ribu rupiah). Hmmm... setiap tahun gereja Anda membuang uang sekitar Rp 5 juta. Wah, Anda harus bertanggungjawab ke Tuhan lho... karena Anda tidak dapat mengatur warta gereja dengan baik. Bayangkan, uang segitu dapat digunakan untuk pelebaran misi atau beasiswa sekolah daripada dibuang percuma ke tong sampah.

Sekarang, Anda mengerti maksud saya kan bahwa kita perlu mengatur warta gereja dengan baik. Hal yang kita temukan pertama jika kita tidak mengatur warta gereja adalah terbuangnya uang bernilai jutaan setiap tahunnya ke tong sampah. bersambung...

(Ellen Pantouw)

No comments: