Sunday, February 8, 2009
APA KABAR WARTA GEREJA? [Bagian-3]
KELOLA INFORMASI UNTUK WARTA
Warta gereja terbit 52 edisi dalam setahun. 52 edisi = 52 minggu. Warta gereja memiliki potensi yang besar jika gereja mau mengelolanya.
Minggu ini saya mendapat telepon dari Jakarta yang membaca tulisan saya di Gloria. Hamba Tuhan ini sempat berdiskusi sebentar melalui telepon perihal warta gereja. Intinya, dia juga prihatin dengan pengelolaan warta gereja yang terkesan asal-asalan. "Lebih baik uang tersebut digunakan untuk misi," ungkapnya menyatakan keprihatinan. Memang saya tahu belum banyak gereja yang menyadari potensi tersembunyi warta gereja. Warta gereja dianggap sekedar pengumuman belaka.
Saya juga menemukan ada gereja yang sudah menyadari dan berusaha memberikan ruang bagi jemaat untuk menuliskan ide-ide mereka. Mungkin Anda bertanya apakah ada jemaat yang mau menulis? Saya bisa menjawab dengan tegas, ada. Kalau potensi jemaat Anda digali, Anda akan menemukan lebih banyak lagi. Salah satunya ketika saya diundang dalam sebuah pertemuan beberapa jemaat gereja Masa Depan Cerah Surabaya, Senin lalu. Pertemuan rutin tersebut bertujuan untuk mengembangkan potensi diri mereka. Tahun ini mereka mendapatkan tugas untuk membuat sebuah tulisan. Saya didapuk sebagai pembicara untuk memaparkan bagaimana cara menulis dalam waktu 1,5 jam. Pada pelatihan singkat tersebut, ternyata bisa ditemukan bakat-bakat penulis dengan genre beragam. Luar biasanya, sang gembala pun turut hadir dan merespon hasil pelatihan. Pembaca yang terkasih, hanya dalam waktu 1,5 jam, saya membantu gereja untuk menemukan bakat-bakat terpendam jemaat. Hasilnya pun luar biasa. Itu dapat terjadi jika memang ada kemauan dari gereja sendiri untuk mengembangkan potensi jemaatnya.
Lalu bagaimana cara mengelola informasi untuk warta gereja? Satu hal yang pasti, jangan mengulang-ulang informasi yang sudah disampaikan dalam berbagai media tanpa ada perbedaan sudut pandang. Contohnya, kita sudah tahu bahwa di tahun 2009, krisis ekonomi akan semakin hebat melanda dunia. Informasi itu dengan mudah dapat ditemukan di koran, tabloid, majalah, radio, televisi bahkan internet. Jadi, Anda tidak perlu mengulang informasi tersebut apalagi mencuplik dari kanan-kiri, ditambah Anda membahasnya dari sudut pandang yang sama. Itu sangat membosankan sekali. Bayangkan, Anda menerima informasi yang sama berulang-ulang, pasti bosan.
Kalau Anda ingin membahasnya, bahaslah dari sudut pandang yang berbeda. Tidak perlu lagi memberitakan krisis ekonominya tetapi berikan solusi seperti motivasi yang menguatkan jemaat. Motivasi itu dapat berupa ayat-ayat Firman Tuhan dan tips nyata dari jemaat lain. Jika ada pebisnis, wirausaha, mintalah tips nyata dari mereka. Kita tidak akan pernah tahu bahwa sebuah tips sederhana dapat mengubah hidup seseorang. Saya pernah mendapatkan sms dari seorang pembaca buku saya yang ingin menjual imannya asalkan semua hutangnya dapat dilunasi. Ibu ini sangat putus asa dengan hutang yang melilitnya. Menghadapi ibu ini, kita tidak bisa hanya memberikan paparan-paparan ayat saja. Tapi perlu juga memberikan tips-tips bagaimana cara mengelola keuangan, menambah penghasilan dan sebagainya. Berikan tips-tips sesuai dengan cara pandang kita sebagai anak-anak Tuhan.
Bersambung... (Ellen Pantouw)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment